“Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu..” Masih ingat dengan lirik lagu tersebut? Bahkan mungkin ada yang tidak tahu? Ya, tentu saja hanya Sm*sh (baca Smash) Seven Man As Seven Heroes boyband asli Indonesia yang mampu menggebrak industri musik Indonesia dengan singelnya I Heart You. Band asal Kota Kembang ini mengusung tema boyband yang banyak orang mengenalnya di Korea. Bisa dilihat dari gaya mereka membawakan lagu dengan dance-dancenya yang memang mirip dengan boyband korea yang sudah kita kenal, seperti Super Junior. Namun mereka kurang bisa meniru gaya boyband-boyband Korea tersebut dengan benar dan baik. Gerakan dancenya pun tidak kompak seperti halnya Super Junior, belum lagi di lihat dari kualitas vokal mereka, saya rasa hanya beberapa dari mereka yang bisa bernyanyi.
Kalau melihat kualitas boyband ini, tentu tidak sebanding dengan boyband-boybad yang terlebih dahulu ada di Korea, mungkin hanya sekedar opini. Namun, sebagian besar penggemarnya pun mengakui hal tersebut.
Fakta yang membuat saya terkejut ternyata nama Smash diambil dari boyband yang cukup terkenal di korea yang memulai debutnya pada 2008. Dengan penamaan yang sama tentu membuat panjang daftar band Indonesia yang melakukan penjiplakan terhadap band-band luar negeri. Mungkin mereka melihat kebutuhan pasar karena saking banyaknya penggemar boyband di Indonesia, mereka mengambil kesempatan ini dengan meniru gaya boyband-boyband Korea (jeli juga mereka). Tentu saja tidak ada kesalahan bagi Smash, karena sesungguhnya semua orang mempunyai sumber inspirasi yang dijadikan untuk memulai suatu karya.
Sebenarnya tidak ada niat buat saya menulis seperti ini, hanya saja sebagai mahluk sosial saya sering mendengar percakapan dari teman-teman yang dengan ambisius membicarakan Smash. Tentu saja banyak yang pro namun banyak juga yang kontra. Kalau di lihat mengapa Smash bisa memikat penikmat musik Indonesia yang notabenenya memiliki selera yang berbeda. Tentu saja bukan hanya karena singelnya yang berjudul I Heart You, kebanyakan yang menyukai Smash ini karena personel Smash memiliki tampang keren. Saya rasa popularitas wajah keren mereka yang mampu mendompleng singelnya hingga menjadi fenomenal di kalangan penggemarnya.
Lebih banyak lagi yang mencekal mereka (haha termasuk saya), tidak sedikit yang membicarakan boyband ini. Ada yang mengatakan band “lebay”, sok cool dan sebagainya. Tentu itu semua hak mereka untuk tidak suka dengan gaya boyband ini. Namun antara perbedaan selera ini seharusnya tidak berlarut-larut membuat perdebatan panjang antara yang membela dan mencekal Smash (kasihan Smash). Biarlah yang suka, mengagumi kekerenan Smash dan yang tidak suka bahkan mencekal setidaknya hargai karya mereka dengan tidak membicarakan ketidaksukaan kita terhadap boyband ini dengan menggebu-gebu hingga menyinggung perasaan orang lain. Astaghfirullah, sudah perbuatan yang tidak disenangi Allah Swt.

0 komentar:
Posting Komentar